8 November 2017

Rindu Kasih Sayang oleh Widati

Rindu Kasih Sayang
oleh: Widati
Spesial ditujukan untuk: Orang yang selama ini membesarkanku

Rintik-rintik hujan itu merasakan tetesan kesedihan yang amat mendalam
Tak bisa kuberkata lagi bibir ini membisu
Tapi, hati terus meronta-ronta merelakan tetesan kesedihan mengalir dipipi.
Debur ombak yang mendayu-dayu mengikuti arah angin, mengingatkanku tentang masa kecilku yang amat penuh dengan kenangan dan kerinduan.

Kasih sayang yang dulu setiap detik, menit, jam kau lanturkan dengan amat penuh kasih sayang kini sedikit demi sedikit telah pupus.
Kini hanya tinggal hayalan saja buatku, kini semua itu tak bisa kurasakan lagi.
Embun pagipun berdatangan menyambut hari pagi yang cerah, tetapi tak secerah hati dan kesenanganku.

Bangun, mandi, makan itulah kata singkat yang sampai sekarang masih aku pertanyakan.
Dimana kata-kata itu semua??? apakah hilang.??? apakah lupa.??? apakah sudah bosan mengingatkan itu buatku.???
Justru itulah hanya kata singkat itu yang aku inginkan.
Bukan harta kekayaan dan kemewahan, cuma kesederhanaan yang aku inginkan.

Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun telah berganti seiring dengan itu semuanya tak ada yang keluar dari mulut kalian.
Tiap malam hanya air matalah yang menemaniku saat kesalahan melilitku.
Dari kecil hingga saat ini 19 tahun kau besarkan kesalahan sekecil apapun kau selalu kau lempar padaku.

Sempat aku berfikir untuk pergi bahkan sering aku minta kepada Tuhan untuk menjemputku, untuk apa.??
Hanya ingin kalian tahu betapa sakitnya aku diperlakukan seperti itu.
Aku ingin tau betapa besar kasih sayang kalian padaku, saat aku pergi untuk selamanya.
Apakah kalian sedih kehilanganku atau justru senang sebab aku sudah pergi untuk selamanya.
Ya tuhan andai kubisa mengulang waktu, mengulang kebahagiaan abadi yang terukir bersama beliau dan masa-masa indah bersama orang yang aku sayang lagi seperti dulu.


Puisi - puisi yang terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar