18 November 2014

test007

Tunggu Aku Datang

puisi_menunggu_aku_datang
Puisi cinta romantis tunggu hingga aku datang menjemputmu berikut ini menceritakan tentang hubungan sepasang kekasih jarak jauh. Yang menahan kerinduan yang begitu mendalam karena setelah sekian lama tak bertemu. Kemudian berjanji akan setia menunggu hingga datang menjemput dan membawa ke pantai yang indah.

Karena pantai adalah tempat yang paling indah dan romantis untuk bermesraan. Di pantai kita bisa melepaskan penat dari segala beban karena cinta atau kehidupan yang sedang melanda. Di pantai juga  kita bisa merasakan begitu banyak keindahan dan kedamaian yang seakan-akan menyatu dan merengkuh erat kita. Langit yang biru, berhiaskan awan putih tipis-tipis semakin membuat keindahan itu terasa semakin nyata merasuk sampai ke dasar relung jiwa. Inilah anugerah Tuhan yang tak ada satu pun yang mampu menandinginya.

Puisi Menunggu Hingga Aku Datang
Hujan turun lebat, suara petir pun menggelegar
Menggoncangkan rindu ku yang sudah terlanjur menjadi besar
Jika teringat wajah mu, spontan hatiku langsung tergetar
Jika teringat senyum mu hati ku merinding hingga ke dasar

Di kamar ini aku terbaring sendirian
Menahan rindu yang tak tertahankan
Ingin sekali bertemu kamuduhai pujaan
Walaupun kita berpisah baru sebulan

Aku tahu kau pun sedang menanti ku
Dan aku pun tahu kau sedang menunggu ku
Tapi waktu kini sedang tidak memihak padaku
Aku harus lebih sabar menguasai segala rasaku

Oh cintaku, tetaplah menanti ku sampai aku datang menjemputmu
Oh sayangku, tetaplah menunggu ku sampai aku datang membawamu
Langit yang biru,  pantai yang indah di sana lah aku akan membawamu
Pohon yang rindang, rumput hijau dan bunga-bunga di sana lah pula aku akan membawamu

Demikianlah puisi dengan judul puisi tunggu aku hingga aku datang yang bisa saya tulis untuk kali ini. Terima kasih telah berkunjung. Jangan lupa baca juga puisi rindu
INFO TERBARU: Cara Dapat UANG & PULSA GRATIS Hanya Dari Upload Struk Belanja Saja. KLIK DISINI Untuk Info Selengkapnya.
. . .


Puisi - puisi yang terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar